Kota Tua kini terlihat lebih muda


Pagi hari saat yang tepat untuk memulai aktifitas di kota tua. Udara segar, langit biru terhampar di depan mata, serta belum banyak pengunjung  Jadi kalau mau foto gedung, gak bocor. Itulah istilah yang biasa dipakai oleh para fotografer. Selain itu, masih bisa jogging pagi, lumayan cari keringat dulu sebelum mulai hunting foto.




Tidak hanya jogging dan hunting foto, sisi lain yang menarik, dari waktu ke waktu kota tua yang dulunya ramai dengan para pedagang serta sampah berserakan dimana mana, kini sudah tidak tampak lagi. Tidak ada istilah hari libur bagi pasukan orange, kebersihan tetap ditamakan. Pedagang sudah mulai menyesuaikan diri. Namun yang paling membanggakan, bangunan tua tetap terawat, tertata apik tanpa meninggalkan arsitektur aslinya. Tapi jangan salah, meskipun semuanya berkesan tua, tapi generasi muda dan anak-anak terlihat lebih dominan. Rasanya terlihat kontras. Kotaku berusia tua tapi peminatku generasi muda. Lihat saja fasilitas yang tersedia, warna warni sepeda berkeliaran, café tua dengan design dan kemasan untuk anak muda. Menu yang disajikan juga bervariasi, selesar tua dan muda.

Untuk berkunjung ke kota tua, jangan sampai lupa untuk membawa kamera atau hanphone. Banyak spot menarik untuk di foto. Tidak hanya bangunan yang unik dan menarik, tapi kreasi seni yang dilakukan oleh anak muda, merupakan pemandangan yang menarik. Disana pengunjung bisa berfoto dengan mereka. Tidak ada tarif khusus, hanya tersedia kaleng sebagai tempat meletakkan uang. Anak-anak paling suka berfoto dengan mereka.

Saat ini Kota Tua masih menjadi destinasi unggulan di Jakarta, wisata murah meriah. Berkunjung ke kota tua tidak ditarik bayaran. Pengunjung leluasa berkeliling memanfaatkan semua fasilitas yang ada disana. Kecuali masuk ke beberapa tempat, seperti museum wayang, Fatahillah dan keramik, masing-masing tarif masuknya Rp. 5.000 untuk dewasa, Rp, 3.000 untuk pelajar dan Rp. 2.000 untuk anak-anak. Tarif masuk yang relatif murah untuk museum dengan fasilitas seperti itu. Buat yang tinggal di luar kota, sepertinya Kota Tua dan Museum bisa dijadikan agenda wajib untuk dikunjungi. Meningat waktu berkunjungnya juga sangat fleksible. Hari kerja dan hari libur, museum tetap buka (kecuali hari Senin). Jam bukan Selasa – Minggu, pukul 09.00 – 15.00, Jum’at, pukul 09.00 – 14.30, Sabtu, pukul 09.00 – 12.30.

Untuk meningkatkan pelayanan, saat ini banyak gedung yang masih dalam taraf renovasi, sehingga banyak yang tutup. Termasuk sisi luar kota tua, sehingga kurang nyaman untuk berkeliling di luar area utama. Sabar saja, informasi yang saya dapatkan pertengahan 2018 pembangunannya sudah selesai, jadi pengunjung bisa lebih nyaman jalan-jalan sambil menikmati gedung tua dengan aksen lebih muda dan sudah lebih tertata dengan rapih.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Discover Roemah Kopi DeKaranganjar Blitar