Resensi Buku "How to be a Taipan"

Judul Buku: How to be a Taipan – jangan puas jadi Laopan (bos) jadilah Taipan (konglomerat)
Penulis: William Yang
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama
Jumlah halaman: 142 halaman
Tahun terbit: 2017

ISI YANG PENTING/MENARIK

Bagi orang awam, istilah Taipan (konglomerat)mungkin baru kali ini mendengar. Tapi kalau istilah Konglomerat, pasti sudah banyak yang tau. Buku ini menceritakan secara mendalam kehidupan dan filosofi Taipan. Membaca buku ini seolah-olah larut dalam pola pikir Taipan. Rumors yang beredar selama ini yang saya ketahui mengenai kehidupan Taipan, ternyata berbalik 180 derajat. Kegigihan dan selalu ingin mencoba merupakan kunci keberhasilannya. Jeli melihat peluang pasar yang menjanjikan dan tidak takut gagal untuk selalu mencoba. Rela meninggalkan bisnis yang telah dirintisnya untuk mengejar sesuatu yang lebih besar. Filosofi ini yang sedikit bertentangan dengan prinsip pengusaha barat, yang mengutamakan kenaikan grafik jangka panjang. Memulai segala sesuatu dari yang kecil (start from small). Dunia bisnis di sini tidak berlaku, mulai sukses sedikit sudah dimakan orang.

Dalam dunia bisnis saat ini yang dilihat adalah cuan (uang), dalam menjalankan bisnis harus cengli (fair, adil atau masuk akal). Kalau ketemu mitra bisnis yang bo cengli (nggak cengli), dijamin celaka. Ini yang saya suka, menjalankan bisnis dengan cincai (toleransi). Di dunia Taipan, konotasi cincai ternyata positif. Intinya, kalau bisa jangan ribut lah, tak ada yang sempurna di dunia ini. Maka itu, jangan terlalu idealis. Respek pada semua orang, bahkan pada musuh sekalipun. Selanjutnya, Taipan harus cia (makan). Mempunyai tabungan yang sangat besar. Antisipasi saat terjadi kritis, bebas menggunakan uangnya untuk membeli barang-barang dengan harga murah. Terakhir, Taipan harus cia (lari). Artinya bisnis harus mengikuti perkembangan jaman. Begitu bisnisnya habis atau sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman, harus siap-siap untuk cau.  

Prinsip 5C ini sangat bermanfaat bagi pengusaha yang ingin bekerjasama dengan Taipan. Pelajari lebih dalam lagi sebelum mengajukan kerjasama. Yakinkan bahwa bisnisnya mengandung 5C tersebut.

BAHASA PENGARANG

Mengingat tulisan ini hasil wawancara langsung dengan Taipan, bahasa yang dipakai agak membingungkan, kadang-kadang satu sama lainnya tidak ada hubungannya, bahkan bertolak belakang. Dari sini terlihat, penulis benar-benar menuliskan hasil percakapan dengan Taipan tanpa ada unsur memperbaiki atau menambah-nambahkan percakapan. 

KEUNGGULAN

Buku langka, jadi bacaan wajib pengusaha di Indonesia. Nasehat, pengalaman, kerja keras dan keberanian Taipan perlu dicontoh. Rumor yang banyak beredar mengenai sepak terjang Taipan, banyak yang berbeda dengan kenyataannya. Selama ini kita banyak buku atau teori barat yang banyak dipakai oleh para enterpreneur dan motivator, tapi tidak banyak yang bisa menterjemahkan kesuksesan Taipan dalam sepak terjangnya di dunia bisnis.

KELEMAHAN

Kelemahan dari buku ini, banyaknya tokoh yang dipakai. Semuanya menggunakan inisial. Meskipun ada juga yang pakai nama asli. Inisial si A, B dan C paling banyak dipakai. Sempat terkecoh, setelah di baca berulan-ulang dan dimengerti, ternyata dengan inisal sama, tokohnya berbeda-beda. Hanya satu yang inisialnya konsisten dari depan sampai akhir tulisan.

KESIMPULAN

Kesukesan Taipan tidak dari langit atau bawaan dari lahir. Taipan rata-rata berasal dari rakyat biasa, karena kegigihan dan keberanian serta mindset 5C yang membawa Taipan sukses di dunia bisnis. Sayangnya kesuksesan Taipan tidak semuanya bisa diteruskan oleh generasi penerusnya. Pendidikan barat yang tidak bisa menyesuaikan dengan budaya lokal dan kebiasaan Taipan banyak yang tidak di terapkan oleh generasi penerus. Dukungan materi yang berlebih dan kesempatan yang lebih banyak, menjadikan generasi penerus  menjadi Laopan dari pada Taipan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Discover Roemah Kopi DeKaranganjar Blitar