Penelitian "Tingkat Kecanduan Digital"


Dalam Blog ini saya ingin berbagi dengan pembaca, mengenai jejak langkah menulis buku tentang "Tingkat Kecanduan Digital" atau "Digital Addiction Quotient". Penelitian ini berawal dari keprihatinan melihat perubahan perilaku pada anak-anak sekarang, terutama saat kita makan di Mol atau foodcourt. Pemandangan yang sudah tidak asing lagi, anak marah-marah atau ngamuk tidak mau makan hanya karena tidak diperbolehkan main gadget. Atau orang tua sibuk sendiri dengan sosialitanya dan untuk menenangkan anak, maka cukup diberi gadget dengan youtube nya. Tanpa menyadari akibatnya.

Hampir selama 3 bulan melakukan analisa dan mengamati perilaku anak, inisiatif itu timbul plus melakukan survey kepada sekitar 600 responden tentang Kecanduan Digital. Alhamdulillah, banyak sekali respon yang masuk dan ada beberapa masukan dari teman-teman mengenai isi dari buku ini. Disamping penelitian dan pengamatan secara langsung, beberapa buku dan browsing sana sini sebagai referensi. Ternyata kekhawatiran ini tidak hanya dialami oleh negara kita saja, negara tetangga dan negara besar lainnya juga mengalami kekhawatiran yang sama. Bedanya disana sudah banyak penelitian yang dilakukan. Sedangkan di negara kita sedikit yang perduli dengan tingkat kecanduan digital, terutama pada anak-anak. Negara kita masih dalam fase menguji tingkat kecerdasan digital. Orang tua masih berbondong-bondong untuk mencerdaskan anak dengan digital. Berbagai macam aplikasi di perkenalkan anak, sampai kadang-kadang tidak bisa memilah mana yang cocok dan mana yang tidak.



Sebagai ucapan terima kasih kami kepada responden, kami kirimkan buku hasil penelitian yang telah kami lakukan.

Harapannya buku ini berguna bagi orang tua, pendidik, pembimbing dan siapa saja yang perduli terhadap tingkat kecanduan digital. Mengenali cici-ciri dan mampu menanganinya. Sebagai langkah awal, tidak perlu ke dokter atau psikiater, tapi kenali diri sendiri dulu, sampai menyadari apakah kita sudah Adiksi ? Apakah kita atau orang-orang yang kita cintai sudah terkena adiksi dan perlu rehabilitasi? Cukup panjang perjalanannya. Tapi pada akhirnya kita harus menyadari bahwa kita harus kontrol diri kita sendiri. Tekat kuat tidak cukup untuk mengontrol perlu orang lain yang membantu proses rehabilitasi ini. Karena gadget berbeda dengan alkohol, coklat atau permen. Kalau kebanyakan maka kita akan muntah. Tapi kalau Gadget, kita tidak merasakan hal itu, karena kecanduan gadget tidak ada batasnya. Kita akan terus dan terus menagih untuk mencari hal-hal yang baru....

Comments