Resensi "Coloring Book for Adult Edisi Nusantara"

Coloring book nusantara
Ternyata asik juga hunting coloring book, banyak buku lokal yang bagus dan menarik. Baik secara kualitas gambar, cetakan maupun kualitas kertasnya. Pokoknya gak kalah dengan coloring book yang dari luar. Beberapa waktu yang lalu saya sengaja order coloring book dari alibaba.com, salah satu online shop dari luar. Setelah menunggu lebih dari sebulan, ternyata kualitas bukunya juga tidak bagus-bagus amat, alias biasa saja. Padahal harganya juga gak murah-murah amat. Sepertinya ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya saya order coloring book dari luar.

Beberapa coloring book telah saya koleksi, salah satunya Coloring Book for Adult Nusantara (Sumatra and Java Edition) adalah buku kedua dari rangkaian serial bertema Nusantar. Hasil coretan imajinasi ilustrator Carolina Ratri diterbitakan METAGRAF Solo.

Saya order di Tokopedia, hanya perlu waktu dua hari plus free ongkir untuk sampai ke tangan saya. Coloring book dengan cover color full enak dilihat dan mudah dikenal. Karena umumnya coloring book yang saya miliki covernya black and white atau kalaupun ada warnanya, hanya Sebagian kecil saja.
Spesifikasi buku:
  • Ukuran buku 26 x 20cm
  • Jumlah halaman 64, terdiri dari 8 propinsi di Jawa dan Sumatera
  • Jenis kertas tidak dijelaskan secara spesifik, saya juga kurang paham jenis kertasnya
  • Tahun terbit 2016
Daftar isi coloring book nusantara
Pada daftar isi tercantum nama propinsi di Jawa dan Sumatra, antara lain: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, dan DI Yogyakarta. Dari daftar isinya, saya senang sekali, cocok banget dengan misi saya untuk Virtual Tourism ke seluruh pelosok nusantara. Karena setelah ber wisata ke Bali, target saya selanjutnya adalah Yogyakarta. Pas kan…
Sebelum menjelajah lebih jauh tentang lokasi tersebut, berikut kelebihan dan kekurangan dari Coloring Book for Adult seri Nusantara. 




Berikut kelebihan dari buku coloring book BALI:
  • Pas banget dengan misi saya untuk wisata virtual (Virtual Tourism) ke seluruh pelosok nusantara
  • Setiap propinsi ilustrasinya bervariasi/tidak monoton, seperti pakaian adat, tarian, makanan, bangunan (rumah adat), icon daerah, dan sebagainya. Ini yang membedakan dengan buku traveling biasa, yang isinya monoton karena maunya semua informasi dimasukkan.
  • Gambar tidak polos, aneka variasi background yang indah membuat kita bisa bermain dengan warna alias tabrak warna
Disamping kelebihan, buku ini memiliki kekurangan, antara lain:
  • Kualitas kertasnya yang menurut saya kurang pas, terlalu halus. Jadi agak susah untuk mewarnai dengan pensil warna. Berikut pensil warna yang saya pakai untuk uji coba: (i) pensil warna Fiber Castell classic sepertinya kurang pas, dengan ratikan halus warna nya tidak bisa menyatu dengan kertas. Meskipun telah dicoba diulang berkali-kali. Jadi gagal, hasilnya tidka ditampilkan disini (ii) menggunakan Fiber castell water color. Lumayan, meskipun perlu kesabaran karena setelah diulas dengan kuas basah, perlu diulang kembali mewarnai dengan pensil warnanya, (iii) mengggunakan Giotto Color 3.0. Warna soft yang dikeluarkan oleh pensil warna ini bisa masuk dengan kertasnya. Pensil ini lebih lunak dari sebelumnya dan pigmen warnanya lebih kuat. Meskipun begitu, tetap harus pelan-pelan dan diulang beberapa kali. Tapi masih lebih baik, (iv) yang terakhir ini yang paling pas, menggunakan Prismacolor. Pensil warna premium yang biasa dipakai artis professional. 
Icon Tugu Yogyakarta
(i) menggunakan Fiber Caster Water color Pencil










Tamansari Yogyakarta
(ii) menggunakan Giotto Color 3.0, untuk background dan foreground menggunakan Fiber Castell Soft Pastel










Malioboro Yogyakarta
(iii) menggunakan Prismacolor, untuk background menggunakan Fiber Castell Soft Pastel





  • Gambarnya bagus, namun sayang editing nya kurang rapih dan bersih, terkesan kurang professional. Seperti masih terlihat skets pensil, bekas hapusan yang tidak dibersihkan atau tinta yang meleber. 
  • Tiap halaman memaksakan supaya penuh, padahal jenis gambar seperti ini akan menarik kalau ada frame/garis tepi, dibuat tipis saja. Jadinya dua halaman yang bersandingan, seperti tabrakan

  • Ilustrasi kuliner lokal sepertinya kurang cocok. Makanan khas Palembang (pempek), tapi ilustrasi atau backgroundnya gambar anak-anak dengan ice cream. Padahal umumnya pempek makanan orang dewasa. Begitu juga dengan background sate padang, sepertinya kurang pas atau terlalu memaksakan



Setelah mewarnai beberapa lembar, sepertinya saya masih kurang sreg. Berharap gambar-gambar yang bagus ini bisa dicetak ulang dengan kualitas lebih bagus lagi, supaya nyaman untuk diwarnai dan enak dilihatnya. Karena Coloring book ini setelah diwarnai akan menjadi koleksi dan bersanding dengan coloring book yang lain, baik edisi dalam maupun luar negeri.







Comments