Berkreasi Dengan Barang Bekas atau Sisa (used paper)


Unique Frame
Beberapa tahun yang lalu saya pernah membina UKM di kota Gudeg. Membina UKM belajar Go Digital, artinya memanfaatkan media digital untuk sarana promosi peroduk. Waktu itu eCommerce belum segencar seperti sekarang ini. Sehingga proses Go Digital baru sebatas pembuatan WEB, termasuk membantu pembuatan konten dan pengambilan gambar produk, memanfaatkan sosial media sebagai media promosi juga. Merubah mindset, selama ini mereka memakai sosial media hanya untuk show alias narsis-narsis an dan update status.

Untuk menghasilkan konten yang baik, saya ikut serta dalam proses produksi sampai ke penjualan. Waktu itu penjualannya masih dengan model tradisional, yaitu ikut jualan di SunMor. Kalau orang Yogya pasti familier dengan SunMor, alias Sunday Morning. Yaitu pasar kaget yang hanya ada di hari minggu pagi di sekitar UGM. 

Ternyata ilmu yang diberikan tentang proses produksi masih melekat, padahal sudah cukup lama belajarnya. Hasil mengais-ngais bahan-bahan di rumah, jadilah Pigura dari bahan Karton Bekas. Ide untuk memberi pigura gambar yang saya buat dapat dari rekan-rekan di Sosial Media. Tadinya tidak terpikir untuk di Pigura, cukup masukkan dalam album saja. Tapi kalau lihat gambar teman-teman di SosMed, bagus banget kalau gambar di pigura juga. Disitulah pengalaman masa lalu muncul kembali. Entah prosesnya masih sama atau tidak. Tapi pada intinya, bahan dan hasil akhirnya sama. Sedikit ngeles, padahal pelupa. Hasilnya seperti di atas, menurut kalian bagus tidak ? Sekali waktu saya mau taruh di sosial media (IG dan FB), ingin lihat respon teman-teman mengenai gambar dan Piguranya. 

Buat yang ingin coba-coba, dibawah ini perlengkapan yang dibutuhkan:

  1. Cutter. Ini perlengkapan utama, untuk memotong karton, kertas dan selotip atau double tape. Saya jarang sekali pakai gunting, lebih sering pakai Cutter
  2. Pensil. Tidak ada spesifikasi khusus untuk pensil. Hanya sekedar untuk memberi tanda saja
  3. Penggaris. Saya paling suka memakai penggaris dari besi. Lebih awet dan multi fungsi, bisa untuk menggaris dan untuk meluruskan saat memotong dengan cutter
  4. Kuas untuk mewarnai. Pakainya kuas yang agak lebar biar lebih cepat
 

Sedangkan material (bahan habis) yang dipakai:
  1. Lakban kertas atau bening. Tergantung selera dan kebiasaan. Saya selalu memakai kombinasi keduanya.
  2. Double Tape. Ini bisa diganti dengan lem. Saya lebih suka pakai double tape, lebih praktis dan bersih. Tinggal gunting dan tempal, tidak takut meleber kemana-mana
  3. Karton/Kardus sebagai bahan utama. Pilih bahan kardus yang agak tebal, supaya tidak melengkung dan tidak perlu dilapis atau di double
  4. Kertas karton tipis, warna hitam, putih atau warna lainnya sesuai selera. Untuk membuat kesan tiga dimensi
  5. Kertas bekas/kertas berwarna. Saya pakai kertas dari buku cetakan. Kebetulan, sebagai penulis banyak dapat buku dummy, yaitu buku contoh atau untuk cek ulang konten dari isi buku. Sebagai variasi, bisa pakai kertas apa saja, silahkan di coba-coba. Kalau di youtube kebanyakan pakai kertas kado. Sayang, masih perlu beli bahan lagi.
  6. Cat air. Bisa merek apa saja, pilih yang poster. Lebih pekat dan bisa dipakai untuk mewarnai di karton
  7. Plastik bening, ini opsional saja supaya gambar terlihat lebih cerah dan tidak kusam. Ada juga yang pakai plastik wrapping sebelum ditempel. Mudah untuk dibersihkan dari debu-debu yang menempel.
Proses pembuatannya sangat sederhana, yaitu:


  1. Siapkan gambar, tempel kertas karton hitam atau putih di sekeliling gambar. Lebar kertas karton 3cm
  2. Siapkan karton. Ukur sesuai dengan gambar yang akan diberi bingkai. Sisi kanan kiri biasanya saya bikin 3cm juga.
  3. Kemudian potong dalamnya
  4. Lilitkan kertas bekas/kertas berwarna di sekeliling karton. Rekatkan dengan double tape atau lem
  5. Sebelum gambar dipasang, pigura di warnai terlebih dahulu supaya terlihat indah dangan cat air. Warna dan motif bingkai tergantung selera masing-masing
  6. Gambar dilapis dengan plastik dan disatukan dengan bingkai.
  7. Bagian belakang bisa dilapis lagi dengan kertas
  8. Bingkai sudah siap dipasang, jangan lupa untuk menempelkan double tape di bagian belakang untuk menempel ke dinding
Ingat, pigura dan gambar dari kertas, jadi tidak tahan lama. Supaya awet, tempelkan gambar di dinding yang kering dan tidak lembab atau basah.

Mudah bukan proses pembuatannya. Untuk lebih jelasnya, nanti saya akan jelaskan lebih detail di laman Youtube.

Selamat mencoba dan selamat berkreasi. Kalau sudah berhasil tag hasilnya di kolom dibawah ini.

Comments