Resensi: Beautiful Bloom a Coloring Book by DEEF


Buku ini sudah saya terima sekitar 2 bulan yang lalu. Saya beli dari salah satu toko online. Awalnya hanya iseng-iseng cari  buku mewarnai yang agak berbeda. Selama ini coloring book yang dicari hanya yang klasik atau ada unsur nusantaranya. Supaya agak berbeda, saya hunting coloring book lain, tapi tetap dengan keyword penerbit atau pengarang Indonesia. Saya sangat menghargai setiap buku yang dikarang atau yang diterbitkan oleh lokal. Saya merasa, saat mewarnai jadi lebih menjiwai. Seperti batik atau budaya nusantara. Saat mewarnai saya hanyut oleh ilustrasi yang ditampilkan oleh pengarangnya. Masih berharap, suatu waktu saya bisa membuat coloring book sendiri.

Awalnya saya tidak berharap banyak dari buku ini, mengingat coloring book yang beredar jumlahnya cukup banyak dan kualitasnya bagus-bagus. Saya beli hanya untuk menambah koleksi coloring book di rak buku. Begitu pula saat buku sudah datang. Seperti biasa saja, tidak antusias untuk membukanya. Saat agak senggang, buku mulai saya buka. Dan apa yang terjadi, saya kaget, ternyata bagus banget... saya sampai teriak, wow luar biasa. Saya buka lembar demi lembar. Luar biasa bagusnya, saya sangat senang. Sampai-sampai tiap hari saya hanya melihat, gak berani mewarnai, takut gagal dan akan mengurangi keindahan gambarnya. Sekitar 48 set gambar yang semuanya indah-indah. Baik gambar, tarikan garis, detail, variasi orang, bunga dan daunnya. Semuanya tertata dengan rapi. Plus editornya juga keren. Terlihat profesional.


Beautiful Bloom a coloring book by DEEF, seorang ilustrator muda yang yang ingin berbagi melalui begitu banyak makna bunga dan dibarengi dengan keindahan sosok gadis kecil. Disamping sebagai ilustrator lepas, beliau juga menempuh pendidikan di bidang psikologi. Buku dicetak dan diterbitakan Group Kompas Gramedia. Nama besar group penerbit terbesar ini tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Spesifikasi buku:

  1. Ukuran buku 22.5 x 18cm
  2. Jumlah gambar sekitar 48 pasang, isinya merupakan gambar yang menceritakan sosok gadis cantik yang dikeliling dengan bunga dan daun-daunan.
  3. Jenis kertas yang dipakai tidak dijelaskan dalam spesifikasi kertasnya, sepertinya kertas yang digunakan jenis BC Paper ukuran 200gsm. Cukup leluasa untuk menentukan media pewarnaan yang akan dipakai, bisa pensil warna, crayon, atau water color. Bagi yang biasa menggunakan fine liner atau pen brush, tidak jadi masalah juga. Warna tidak akan tembus ke balik kertas. Good quality paper
  4. Tahun terbit 2016

Cover depan menceritakan gadis kecil yang sedang tertidur lelap dengan senyum tipisnya. Halaman pertama tertulis, “This book belongs to:” disana bisa langsung dituliskan nama pemilik buku ini. Tidak perlu tunggu lama-lama, begitu buku saya buka, hanya nama saya yang bisa saya torehkan di buku ini. Dan setelah lebih dari sebulan saya baru berani mewanai halaman ini. Itupun belum semuanya penuh. Saya masih pilih-pilih pensil warna jenis apa yang pas untuk buku yang cantik ini.


Selanjutnya, mulai gambar-gambar gadis kecil yang sedang bermain-main dengan bunga dan daun. Di sisi sebelah kiri ditampilkan kiasan-kiasan indah/nama bunga yang indah, makin menambah keindahan isi buku ini. Terlihat pemilihan nama bunganya juga tidak asal-asalan, tetap disesuaikan dengan kecantikan bunga dan gadisnya.

Buku ini banyak kelebihannya, tidak hanya editing, kualitas kertas, ukuran dan sebagainya. Namun kelebihan lainnya buku ini segmen nya jelas, yaitu teenager atau gadis kecil/remaja yang beranjak remaja. Keceriaannya terpancar dari mata dan bibirnya. Ini juga kelebihan dari ilustrator menggambarkan keceriaan tersebut.

Kekurangan yang saya temukan, hampir sama dengan Coloring book yang lain, yaitu cetakannya (lemnya) yang agak rapat, jadi menyusahkan mewarnai tengah-tengah gambar. Untuk sisi kiri tidak masalah, namun sisi kanan jadi tidak bisa penuh.

Itu saja kekurangannya, tapi semua terbalaskan oleh kelebihan-kelebihan tersebut. Buku ini recomended banget buat ibu-ibu yang memiliki anak gadis, untuk mengisi waktu di rumah selama belajar dari rumah. Sedikit melepaskan ketergantungan dari HP yang setiap waktu ada di genggaman, karena tugas-tugas sekolah yang bertubi-tubi atau kegiatan lain yang berhubungan dengan HP.






Comments